IMG_2987
Gemilang Literasi MAN IC: Riena Samsuarni Raih Juara 2 di Smansa Festival Langsa

 

Gemilang Literasi MAN IC: Riena Samsuarni Raih Juara 2 di Smansa Festival Langsa

Divisi Humas OSIM

Dua siswa berbakat dari MAN Insan Cendekia Aceh Timur, Riena Samsuarni dan Riski Oeriza Fakhni, kembali mengharumkan nama madrasah di kancah regional. Keduanya mewakili MAN IC dalam lomba baca puisi yang diselenggarakan di Smansa Festival Langsa. Ajang ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah di beberapa kabupaten, yaitu Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Riena Samsuarni berhasil menunjukkan kemampuan baca puisi yang luar biasa. Dengan penghayatan yang mendalam dan suara yang merdu, ia mampu memukau para juri dan penonton. Penampilannya yang memukau mengantarkannya meraih juara 2 dalam lomba tersebut.

Riski Oeriza Fakhni juga tampil dengan memukau. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Riski mampu membawakan puisi dengan penuh penghayatan dan ekspresi. Meskipun belum berhasil meraih juara, penampilannya tetap mendapatkan apresiasi dari para juri dan penonton.

Prestasi yang diraih oleh Riena Samsuarni ini merupakan bukti nyata bahwa MAN IC Aceh Timur memiliki siswa-siswi yang berbakat di bidang literasi, khususnya baca puisi. Kemenangan ini juga menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani tampil di ajang kompetisi.

Kepala MAN IC Aceh Timur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Riena Samsuarni dan Riski Oeriza Fakhni. Beliau berharap, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama madrasah.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait